Wednesday, 6 May 2015

Makalah Flu Burung (Avian Influenza) Penyebab, Epidemologi, Patogenesis, penularan, Faktor Risiko



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Indonesia, negara kepulauan terbesar terbesar di dunia, berada di garis depan melawan penyakit yang mematikan yaitu avian influenza atau AI. Penyakit yang lebih dikenal sebagai flu burung ini disebabkan oleh virus H5N1 yang secara umum lebih banyak ditemukan pada unggas. Sejak tahun 2003, penyakit ini telah menyebar dari burung-burung di Asia ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Dalam kasus-kasus yang tertentu, manusia juga dapat terkena penyakit ini, umumnya karena berhubungan dengan unggas-unggas yang sakit. Sampai saat ini, kasus AI pada manusia sudah tercatat di seluruh dunia, dan lebih dari 200 diantaranya meninggal dunia.
Kematian-kematian yang tragis tersebut hanyalah ujung dari gunung es. Saat ini H5N1 tidak menular dengan mudah dari unggas ke manusia, atau dari manusia ke manusia. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa H5N1 memiliki potensi untuk menjadi penyebab pandemi influenza di dunia. Jika terjadi pandemi, jumlah orang yang terkena dan kematian akan sangat banyak, diikuti dengan dampak-dampak ekonomi dan sosial, akhirnya terjadilah krisis kesehatan yang mencakup seluruh dunia. Indonesia saat ini berada di tengah krisis flu burung. Kasus flu burung pertama kali dilaporkan Indonesia pada tahun 2003. Penyakit ini sekarang endemis di populasi ayam dibeberapa daerah di Indonesia, jutaan unggas mati karena penyakit ini dan juga dimusnahkan sebagai wujud penanganan kasus penularan flu burung.

Pengertian Penyakit ASMA, Penyebab, dan Pencegahan ASMA

   
    Asma berasal dari bahasa Yunani yaitu ASTHMA yang memiliki arti sulit bernafas, yang secara umum penyakit ini merupakan jenis penyakit gangguan pernapasan khususnya pada bagian paru-paru. Asma lebih dikenal masyarakat dengan sebutan sesak nafas. Asma merupakan penyakit yang berbahaya sebab dapat menyebabkan kematian bagi penderita secara mendadak jika tidak mendapatkan pengobatan yang baik segera. Sampai saat ini obat untuk menyembuhkan asma masih belum ada, hanya saja asma dapat dikurangi intensitasnya. Penyakit asma tidak mengenal gender maupun umur, penyakit ini dapat menyerang segala usia dan jenis kelamin. Asma sendiri memiliki beberapa jenis yaitu
1.      Asma akibat alergi
Asma jenis ini biasa menjangkiti anak-anak dimana aktivitas mereka banyak dilakukan diluar rumah. Terpaparnya mereka dengan debu, binatang, asap, polusi, bau kotoran sampah, bau yang menyengat dan banyak hal lainnya. Selain itu kebiasaan anak-anak memakan jajanan yang mengandung MSG juga merupakan faktor pemicu terjadinya asma.

Saturday, 18 April 2015

Laporan Pengendalian Vektor Pemberantasan Lalat



LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENDALIAN VEKTOR II
PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN LALAT



Disusun Oleh :
Robi’i Pahlawan H.R (J410130110)
Shift/Kelas 6 E


PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

PRAKTIKUM PENGENDALIAN VEKTOR II
PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN LALAT

A.    PENDAHULUAN
Lalat merupakan hewan yang banyak dijumpai baik di perumahan, tempat makan, tempat umum, dan hampir dapat di temukan di semua tempat. Indonesia hanya memiliki dua musim dan merupakan daerah tropis sehingga memungkinkan lalat untuk dapat berkembangbiak dengan baik. Perhitungan kepadatan lalat pada suatu tempat merupakan hal yang penting karena lalat sebagai salah satu indikator sebuah tempat bersih atau tidak. Selain itu juga keberadaan lalat sebagai pembawa dan penyebar penyakit pada manusia, melalui penularan secara mekanis menyebabkan myasis sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang mendukung penyediaan tempat perkembangbiakannya.
Lalat dapat mengancam kesehatan manusia yaitu dengan cara memindahkan penyakit dan lalatlah sebagai perantara penyakit tersebut. Aktivitas lalat dimana kegiatannya terbang dan hinggap diberbagai tempat, termasuk ke tempat-tempat yang kottor dan membawa patogen dari tempat tersebut, hinggap di makanan manusia (penyebaran mekanis). Penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat beberapa diantaranya adalah jenis food/waterborne seperti Vibrio Cholera, Salmonella Thyphosa, dan Shygella Dysentriae.
Kepadatan lalat disuatu tempat perlu diketahui untuk menentukan apakah daerah tersebut potensial untuk terjadinya fly borne diseases atau tidak. Metode pengukuran kepadatan lalat yang populer dan sederhana adalah dengan menggunakan alat flygrill. Prinsip kerja dari alat ini didasarkan pada sifat lalat yang menyukai hinggap pada permukaan benda yang bersudut tajam vertikal. Lokasi yang perlu dilakukan pengukuran kepadatan lalat, utamanya adalah perumahan, rumah makan dan tempat pembuangan sampah, tempat ternak.

Contoh Laporan Kewirausahaan dan Inspirasi Usaha



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada era sekarang ini semakin banyak kedai makan yang menyajikan makanan siap saji (junk food). Dan makanan hewani lah yang mendominasi pada daftar menu, selain lebih digemari makanan yang tinggi akan serat sayuran juga jarang bahkan tidak ada dalam daftar menu. Santapan yang sudah melekat pada sebagian besar masyarakat ini memberi dampak pada peningkatan jumlah penderita penyakit degeneratif. Tinggi lemak atau kolesterol tanpa diimbangi dengan konsumsi sayuran atau buah membuat peningkatan jumlah kolesterol dalam darah secara signifikan. Gaya hidup yang salah dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi, gejala stroke bahkan penyumbatan pembuluh darah.
            Namun semakin tanggapnya masyarakat akan derajat kesehatan, mendorong masyarakat untuk merubah pola hidup yang bisa dikatakan bergantung pada makanan- makanan junk food berubah menjadi konsumen gizi seimbang yang memperhatikan jumlah ataupun jenis makanan yang akan dikonsumsi. Tak sedikit konsumen juga menghindari makanan yang berpengawet buatan.

Wednesday, 18 March 2015

Makalah Sifilis (Raja Singa)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sifilis atau Raja Singa adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidum , yang merupakan penyakit kronis dan bersifat sistemik . Selama perjalanan penyakit ini dapat menyerang seluruh organ tubuh. Selain itu penyakit sifilis ini juga bersifat laten dan kronis, juga dapat kambuh lagi sewaktu-waktu.
Sifilis dimasa lalu, merupakan salah satu penyakit yang dikatakan dalam masyarakat sebagai penyakit kutukan karena tubuh penderita akan digrogoti oleh kuman sifilis ini dan sulit untuk dilakukan pengobatan jika sudah terkena. Penyebaran dari penyakit sifilis terjadi dengan kontak langsung dengan penderita salah satunya adalah dengan seks. Orang-orang yang termasuk rentan untuk penyakit sifilis adalah para pekerja seks seperti gigolo dan wanita pekerja seks, namun tidak menutup kemungkinan juga pada orang yang sering bergonta-ganti pasangan.

Sunday, 15 March 2015

Makalah Sumber Data Penduduk (Sensus, Survey Dan Registrasi Penduduk)



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Sumber-sumber data kependudukan atau demografi yang pokok adalah sensus, sistem registrasi kejadian-kejadian vital, registrasi penduduk dan survey-survey terbatas atau survey center. Lain sumber tambahan yang sering berguna adalah catatan-catatan dan dokumen-dokumen instansi pemerintah. Diantara sumber-sumber ini, sensus merupakan sumber data yang paling utama diberbagai negara terlebih di negara-negara berkembang. Dewasa ini di negara-negara maju, sistem registrasi kejadian, kejadian vital dan registrasi penduduk telah berkembang cukup teratur sehingga memungkinkan reit vital dibanyak negara maju diperoleh dengan menggunakan sumber ini sedangkan dikebanyakan negara berkembang tradisi untuk memelihara secara teratur sistem registrasi kejadian-kejadian vital dan registrasi penduduk belum ada, kalaupun ada, sering tidak lengkap dan keberadaannya perlu dipertanyanyakan. Karenanya di negara-negara berkembang reit vital seperti reit kelahiran kasar (CBR) dan reit kematian kasar (CDR) sering perlu diperkirakan secara tidak langsung dengan menggunakan data sensus atau dari hasil-hasil survey terbatas.

Makalah Akal Dan Wahyu (Pengertian, Perspektif Penciptaan Manusia, Ayat Alqur'an Tentang Akal dan Wahyu, Keudukan dan Fungsi, dan Pandangan Filsuf)



AKAL DAN WAHYU
A.    Berita Acara Presentasi
Tabel 1.1
Tabel Berita Acara Presentasi
NO
NIM
Nama
Pokok Pembahasan
1
J410130110
Robi’i Pahlawan H.R
-          Pengertian akal dan wahyu (Bahasa, Istilah dalam Islam
-          Perspektif Penciptaan Manusia
2
J410141058
Alfian Mubarak
Ayat yang Berkaitan dengan Akal dan Wahyu
3
J410130105
Ryan Ardhi Susilo
Kedudukan dan Fungsi Akal dan Wahyu dalam Memahami Islam
4
J410130097
Kurniawan Rahmadika
Pandangan filsuf tentang akal dan Wahyu


B.     Pendahuluan
Di dalam ajaran agama yang diwahyukan ada dua jalan untuk memperoleh pengetahuan, pertama, jalan wahyu dalam arti komunikasi dari Tuhan kepada manusia, dan kedua jalan akal, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, dengan memakai kesan-kesan yang diperoleh panca indera sebagai bahan pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar, sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif, mungkin benar dan mungkin salah.
Alloh telah menciptakan manusia dengan banyak hidayah dan anugerah, beberapa di antaranya yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya adalah akal dan wahyu dimana hanya manusialah yang memiliki hal tersebut, berbeda dengan hewan yang hanya memiliki nafsu saja.
Hidayah berupa akal dan wahyu tersebut sudah dimiliki manusia sejak lahir dan merupakan anugerah yang di berikan oleh Allah kepada manusia, namun manusia diberikan kebebasan oleh Allah untuk mau menerimanya ataupun menolaknya. Jika manusia menerima wahyu tersebut maka ia akan mendapatkan bimbingan untuk akal atau rasionya yang terkadang ragu-ragu dan mengalami kekacauan.
Al-Quran memberikan dorongan bagi manusia untuk menggunakan akalnya dalam bertindak karena akal merupakan barometer keberadaan manusia. Jika manusia tidak menggunakan akalnya maka hilanglah sifat kemanusiaannya namun penggunaan secara berlebih juga akan dapat menyesatkan manusia dalam dosa. Oleh sebab itu al-Quran memberikan manusia tuntunan tentang cara penggunaan akal. Adapun wahyu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu wahyu langsung (al-Qur’an) dan wahyu tidak langsung (al-Sunnah) dimana keduanya memiliki kedudukan yang sama namun tingkat akurasinya yang berbeda karena proses pembakuan dan pembukuan.