Wednesday, 7 January 2015

5 Isu Strategi Kesehatan 2015-2019




Assalamualaikum sahabat sehat, pada kesempatan kali ini saya akan mempost 5 isu strategi kesehatan untuk tahun depan yaitu 2015 -2019.
1.      Status gizi dimana itu tentu harus kita cegah, dari yang kurang gizi maupun kelebihan gizi. Gimana caranya rakyat punya status gizi optimal
2.      Pemantapan Pembangunan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat, Mandiri, dan Berkeadilan,
3.      Mengenai penyakit menular dan penyakit tidak menular. Yang keempat, pembangunan sistem kesehatan nasional Jaminan Kesehatan agar lebih optimal.
4.      Yang sering dikeluhkan masyarakat mengenai JKN itu kan karena mereka kurang mengetahui dan juga salah intrepretasi dalam JKN. Jadi kita akan mengsosialisakan lagi agar semua masyarakat Indonesia benar-benar bisa memahami
5.      Meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Jadi semua diharapkan merata sehingga tiap rakyat bisa mengakses pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Sangat luar biasa terobosan yang akan di buat, semoga semua program kesehatan tersebut dapat berjalan lancar, karena semuanya itu untuk meningkatkan drajat sehat setinggi-tingginya untuk masyarakat.

BPJS Pengertian dan Analisis Situasi di Masa Kini



http://www.spriaupulp.org/images/wacana/BPJS.jpg 

assalamualaikum sahabat sehat, kembali lagi saya berbagi ilmu dengan nuansa islam dan sosial di dalamnya. Pada postingan lalu saya sudah membahas tentang demam berdarah ebola. Namun pada postingan kali ini saya akan membahas tentang BPJS kesehatan yang dikawatirkan akan bangkrut. Menarik bukan.? Ayo kita analisis.
            Terus terang BPJS ini merupakan sebuah konsep yang bagus dari pemerintah untuk membangun masyarakat yang sehat dengan semangat kebersamaan dan saling gotong royong untuk kesehatan bersama. Namun di balik tujuan mulia itu juga pemerintah tidak mempertimbangkan tingkat kesadaran kesehatan yang ada dalam masyarakat. Seperti yang kita ketahui cara kerja BPJS adalah seperti iuran dan masyarakat kecil atau miskin di gratiskan untuk berobat. Namun jika kita analisis lebih dalam akan muncul suatu pertanyaan besar di kepala kita “APA KEUANGAN NEGARA MAMPU MENOPANG SEMUA MASYARAKAT YANG SAKIT.?” Jawabannya adalah tidak bisa. Seperti yang di katakan oleh menteri kesehatan RI dr Nafsiah Mboi POLA hidup masyarakat yang masih tidak sehat rupanya mendapat perhatian khusus. Bahkan, jika belum ada kesadaran untuk mengubahnya, dia khawatir kondisi tersebut bisa berpengaruh pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Dan saya paling suka komentar beliau yang satu ini “Terus terang, saya khawatir BPJS akan bangkrut jika masyarakat masih kebiasaan merokok dan banyak makan. Sebagian besar dana yang keluar karena penyakit tidak menular," kata dr Nafsiah di Kantor Kemenkes, Jakarta, baru-baru ini. Baca Selanjutnya >>>

Makalah Sistem Menejemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kegagalan (risk off failures) pada setiap proses atau aktifitas pekerjaan, dan  saat    kecelakaan   kerja seberapapun kecilnya,  akan  mengakibatkan  efek kerugian (loss). Secara umum penyebab kecelakaan di tempat kerja adalah sebagai berikut:
a.       Kelelahan (fatigue)
b.      Kondisi kerja dan pekerjaan yang tidak aman (unsafe working condition)
c.       Kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan, ditengarai penyebab awalnya (pre-cause) adalah kurangnya training
d.      Karakteristik pekerjaan itu sendiri.
Di dunia industri, penggunaan tenaga kerja mencapai puncaknya dan terkonsentrasi di tempat atau lokasi proyek yang relatif sempit. Ditambah sifat pekerjaan yang mudah menjadi penyebab kecelakaan (elevasi, temperatur, arus listrik, mengangkut benda-benda berat dan lain-lain), sudah sewajarnya bila pengelola proyek atau industri mencantumkan masalah keselamatan kerja pada prioritas pertama. Dengan menyadari pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam penyelenggaraan proyek, terutama pada implementasi fisik, maka perusahan/industri/proyek umumnya memiliki organisasi atau bidang dengan tugas khusus menangani maslah keselamatan kerja. Lingkup kerjanya mulai dari menyusun program, membuat prosedur dan mengawasi, serta membuat laporan penerapan di lapangan. Dalam rangka Pengembangan Program Kesehatan Kerja yang efektif dan efisien, diperlukan informasi yang akurat, dan tepat waktu untuk mendukung proses perencanaan serta menentukan langkah kebijakan selanjutnya.

Mengenal Virus Ebola (Pencegahan)


Assalamualaikum sahabat sehat. Lama saya tidak posting untuk saling berbagi ilmu tapi sekarang saya akan berbagi ilmu kepada teman-teman semua tentang update terbaru virus yang paling ganas menurut saya yaitu virus ebola. Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, gejalanya seperti demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.
Untuk penyebab ebola sendiri masih belum bisa ditetapkan siapa vektor alaminya, namun banyak ahli menduga bahwa vektor alami dari virus ebola di alam adalah kelelawar terutama kelelawar buah dan monyet. Hebatnya walaupun kelelawar buah sebagai vektor namun ia tidak terjangkit ole virus ebola ini. Dalam patalogi dan diagnosis penyakit ini memang cukup rumit karena banyak sekali penyakit yang gejalanya serupa dengan penyakit demam berdarah ebola ini seperti malaria, kolera dan demam berdarah. Baca Selanjutnya >>>

Saturday, 6 December 2014

PROPOSAL PENDIDIKAN KESEHATAN MASYARAKAT PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI VIRUS HIV AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS



A.    Analisis Situasi
Kesehatan merupakan sesuatu hal yang sangat berharga dan juga Kesehatan merupakan suatu kenikmatan yang diharapkan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehingga manusia diharapkan untuk mampu selalu menjaga kesehatannya. Pada abad ke 20 ini banyak varian penyakit baru yang di temukan contohnya adalah penyakit HIV yang menyebabkan AIDS.
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut (Anonim. A. 2014).
AIDS di Indonesia ditangani oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan memiliki Strategi Penanggulangan AIDS Nasional untuk wilayah Indonesia. Ada 79 daerah prioritas di mana epidemi AIDS sedang meluas. Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua, di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung (Anonim. B).

Prospek Kesehatan Lingkungan



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
     Kesehatan lingkungan sudah lama dikenal secara luas dan sering diucapkan dari segi bahasa kesehatan lingkungan, dapat diartikan sebagai suatu kondisi dari lingkungan secara legal formal. Berdasarkan UU No 23 tahun 1992, kesehatan lingkungan adalah sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun demikian banyak orang kurang peduli terhadap kesehatan lingkungan itu, dan kurang dipahami arti dari kesehatan lingkungan secara luas. Pada masa yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara keseluruhan harus disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik.
     Dalam era globalisasi  tuntunan mutu pelayanan kesehatan lingkungan juga tidak dapat dielakkan  lagi. Karena pada era globalisasi memberi peluang terjadinya persaingan kualitas pelayanan kesehatan oleh berbagai jenis tenaga kesehatan lingkungan dari dalam  luar  negeri. Oleh karena itu sanitarian  atau ahli kesehatan lingkungan harus mampu bersaing dengan profesi sanitarian atau ahli kesehatan lingkungan negara lain (Azwar, 2003).

B.     Tujuan
a.       Untuk mengetahui prospek tenaga kesehatan lingkungan.
b.      Untuk mengetahui pendayagunaan tenaga kesehatan lingkungan dalam pelayanan kesehatan.
c.       Untuk mengetahui pengaruh, tantangan dan peluang pasar bebas profesi kesehatan lingkungan.